Kerajinan Batok Kelapa di Banjarangkan

  • 11 Agustus 2016
  • Dibaca: 1880 Pengunjung
Kerajinan Batok Kelapa di Banjarangkan

Pada umumnya batok kelapa pada kehidupan sehari-hari digunakan sebagai arang. Namun pria asal dusun Nesa, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, batok kelapa justru dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat suatu kerajinan yang memiliki nilai estetis.

“Kebanyakan orang menganggap batok kelapa tidak memiliki nilai guna, namun saya ingin mengkreasikannya menjadi sebuah kerajinan yang unik”, kata Suryawan saat ditemui dirumahnya.
 
Awalnya masyarakat tidak percaya kalau batok kelapa bisa dijadikan sebuah kerajinan. “Sebelumnya masyarakat bertanya-tanya tentang apa sih yang bisa dihasilkan dari batok kelapa, ocehan ini membuat naluri saya semakin kuat untuk mengembangkan usaha kerajinan batok kelapa” imbuhnya.
 
Berbekal tekad dan keinginan besar, I Gede Suryawan berhasil mengubah batok kelapa menjadi aneka bentuk kerajinan bernilai seni tinggi. I Gede Suryawan merupakan sosok yang mempunyai pemikiran maju meski hanya lulusan SLTA. Kondisi Dusun Nesa, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung yang merupakan salah satu daerah penghasil kelapa di Bali menjadi sumber inspirasi utamanya untuk menjadi seorang pengusaha mengolah batok kelapa menjadi sebuah kerajinan.
 
Jiwa wirausahanya tergerak ketika melihat kelapa butir dalam jumlah besar dijual ke luar daerah dengan harga relatif murah padahal jika kelapa diolah menjadi suatu kerajinan maka pendapatan yang diperoleh akan lebih tinggi. Kerajinan batok kelapa banyak dijajakan untuk dijadikan buah tangan dengan berbagai ragam bentuk. Produk tersebut beraneka ragam seperti aksesoris gantungan kunci, perabotan rumah tangga, gelas minum, penutup lampu, aneka rupa hewan ataupun rupa wajah manusia. Dengan sentuhan seni yang halus, hasil kerajinan batok kelapa terlihat estestik. Tidak heran jika produk-produk kerajinan batok kelapa karyanya banyak diminati sejumlah Negara baik dikawasan Jepang, Malaysia, Thailan, Prancis, dan Amerika.
 
Dengan perkembangan usaha kerajinan batok kelapa yang berhasil memasuki pasar internasional, pengrajin Gede Suryawan dinilai cukup kreatif oleh masyarakat setempat dalam mengembangkan aneka barang bernilai seni untuk mata dagangan ekspor, walaupun bahan bakunya disulap dari barang yang sebelumnya mungkin tidak berguna.
 
Meski usahanya tergolong baru di desanya, saat ini Suryawan mampu mempekerjakan 15 orang untuk membantunya dalam membuat berbagai jenis kerajinan batok kelapa dengan pembagian tugas sesuai keahlian yang didapat melalui pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah. Rata-rata hasil produksinya 300 pcs perhari dengan berbagai jenis kerajinan batok kelapa dengan omset penjualan sebesar Rp 50 juta per bulan.
 
Menurut Suryawan usaha batok kelapa selain untuk menambah pendapatan ekonomi keluarga, Ia juga memiliki tujuan mulia untuk membuka lapangan pekerjaan bagi tetangganya
  • 11 Agustus 2016
  • Dibaca: 1880 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita